Lalu terjadi aksi rebutan Sepeda antara korban dan si maling yang melancarkan aksinya.
"Anaknya (korban) tahu karena mendengar sepedanya adiknya yang warna pink dijatuhin, lalu keluar dan mengejar pelaku, lalu direbut sepedanya. Si pelaku sempat bilang pinjam sepedanya sebentar, saya bawa ke sana," katanya.
Murni menuturkan baru mengetahui ternyata itu pencurian setelah adanya aksi berebut di gang dekat sekolah.
"Baru tau kalau mencuri setelah rebutan di gang itu," jelasnya.
Ia mengatakan saat itu sedang menyirami tanaman di depan rumah lalu berteriak.
Alhasil si maling melarikan diri ke arah timur dan bocah laki-laki berhasil mengambil sepedanya kembali.
"Waktu itu saya lagi nyirami, lalu melihat rebutan sepeda itu dan saya teriaki. Pelaku lari masuk gang itu setelah saya teriaki," katanya.
Murni membeberkan setelah adanya aksi rebutan, bocah laki-laki tersebut gemetaran dan langsung masuk ke toko mainan kembali.
Lebih lanjut kata Murni, ia sempat menenangkan si bocah tersebut lalu mengantarkannya pulang hingga depan gerbang perumahan.
"Gemetaran habis itu, saya tenangkan sambil mengelus badannya. Ternyata rumahnya perumahan daerah Mejing Wetan. Sempat saya antar sampai dekat gapura perumahannya," ujarnya.
Saksi mata menduga maling tersebut sudah mengikuti kedua bocah dengan berjalan kaki dari keluar perumahan.