berita

4 Fakta Rekonstruksi Pengeroyokan Maut di Yogyakarta, Pelaku Paksa Koban Makan Telur Busuk hingga Siksa dengan Semut Rang-rang

Rabu, 18 September 2024 | 18:08 WIB
Ilustrasi Rekonstruksi Pengeroyokan Maut di Yogyakarta yang terinspirasi kasus Vina Cirebon (Freepik)

PORTALOKA.ID - 4 fakta rekonstruksi Pengeroyokan Maut di Kota Jogja yang terinspirasi kasus Vina Cirebon.

Reka ulang kejadian ini digelar pada Selasa, 17 September 2024 pukul 09.30 WIB.

Tak ketinggalan, rekonstruksi ini dihadiri pula oleh Hakim Pengadilan Negeri Jogja.

Korban adalah F (30) seorang pekerja serabutan asal Umbulharjo, Kota Jogja, DI Yogyakarta.

Baca Juga: Rekonstruksi Pengeroyokan Maut di Yogyakarta, Terinspirasi Kasus Vina Cirebon, Hadirkan 15 Pelaku hingga Ada Ratusan Adegan

Sedangkan, pelaku ada 15 orang terdiri dari 3 kelompok berbeda.

Berikut Portaloka.id sajikan 4 fakta rekonstruksi kasus Pengeroyokan Maut di Kota Jogja yang terinspirasi Vina Cirebon dirangkum dari berbagai sumber:

1. Pengeroyokan Dipicu Adu Domba, Tewaskan 1 Orang

Kejadian pengeroyokan maut dilakukan di tempat futsal kawasan Umbulharjo, Kota Jogja pada Jumat, 16 Agustus 2024 lalu.

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Probo Satrio mengatakan permasalahan pengeroyokan dipicu oleh korban yang sering lakukan adu domba.

Ia mengungkapkan akhirnya F dianiaya oleh 3 kelompok hingga tak sadarkan diri.

"Jam 3 sore hari Jumat (16/8), korban datang ke MU futsal, di situ sudah ada dari dua kelompok parkir, MU dan djemari ternyata mereka ini sedang membicarakan apakah yang diomongkan korban ini benar atau tidak, ternyata tidak benar," papar Probo.

Baca Juga: Aksi Pencurian Burung Hias Seharga Belasan Juta di Kulon Progo Yogyakarta, Terekam CCTV hingga Viral di Media Sosial

"Jadi pelaku ini ada tiga kelompok, yaitu kelompok parkiran MU futsal, Djemari (tempat pijat), dan Lempuyangan. Jadi kalau korban sedang berada di salah satu kelompok parkiran dia sering mengadu bahwa kelompok parkir yang sana seperti ini seperti ini," jelas Probo.

Halaman:

Tags

Terkini