"Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke sub Sektor Klaten Selatan," tambahnya.
Kepala toko alat kesehatan, Viqih Windu Astri diminta untuk cek barang-barang apa saja di toko yang hilang.
"Saya masuk disuruh cek barang tapi enggak boleh menyentuh barang, cuma dicek ajah barangnya apa saja yang hilang," kata Viqih Windu Astri.
"Saat masuk meja sudah dalam keadaan berantakan, laci sudah ada di atas meja, 2 buah hp sama uang tunai di laci sudah enggak ada."
"Saya berjalan ke arah kamar mandi melihat kotak amal itu sudah dipecah di bagian bawah, terus di sampingnya juga ada kotak amal kaleng juga sudah kosong dan terbuka."
"Saya ke arah belakang ada rak, ada kardus, di kardus itu ada dompet warna hitam isinya Rp 300 ribu juga sudah tidak ada," ucapnya.
2. Modus
AKP Suyono mengatakan modus pelaku adalah cari barang yang bisa diambil.
"Modus mencari barang yang ada di sekitar itu,"
"Mungkin saat di warung bakso tidak ditemukan, di bengkel juga tidak ditemukan, di sebelah (toko alat kesehatan) ada yang ditemukan 1 hp seharga Rp 3 jutaan, 1 hp harga Rp 1 jutaan dan uang Rp 300 ribu," katanya.
"Sebenarnya yang dibobol warung bakso, tapi mungkin tidak mendapatkan apa-apa, akhirnya ke bengkel, ke bengkel juga tidak mendapatkan apa-apa, lalu pakai alat dia bongkar yang sebelahnya (toko alat kesehatan)," tambahnya.