Artinya 4 RW di sekitar sekolah Petra masing-masing mendapatkan Rp25.000.000 per bulan.
Kemudian, warga menaikkan iuran menjadi Rp32.000.000 per bulan. Sekolah Petra pun masih menyanggupi.
"Awalnya (iurannya) Rp 25 juta, naik Rp 32 juta itu sekolah masih mau bayar."
Namun pihak sekolah merasa keberatan jika iuran dinaikkan lagi menjadi Rp35.000.000 per bulan di setiap RW nya.
"Dinaikin lagi jadi Rp 35 juta, sekolah enggak mau, keberatan," kata Armuji.
3. Uang Iuran Antar Sekolah Berbeda
Pihak warga mengatakan ada dua sekolah di kawasan tersebut.
Namun tak dimintai iuran karena dianggap sekolah orang tidak mampu.
"Di sini ada pak 2 sekolah SD Muhammadiyah dan SDN Mulyorejo, tapi tidak pernah kami tarik iuran, karena kita tahu nggak pernah macet karena orang-orang nggak punya," kata ibu berkerudung hitam.
Dari ungkapan warga ini, sekolah Petra menilai warga melakukan diskriminasi terkait pendidikan.
"Nah diskriminasi. Kita sama-sama pendidikan bu," jawab pihak sekolah Petra.
4. Armuji Sebut Iuran Belum Cocok Antara SMP Petra dan Warga
Armuji mengatakan perseteruan sekolah Petra dan warga dipicu soal ketidak cocokan uang iuran antar kedua belah pihak.