berita

Ekspor Tetap Kuat hingga Agustus 2026, Neraca Perdagangan Indonesia Cetak Surplus USD 7,25 Miliar

Jumat, 2 Oktober 2026 | 05:41 WIB
Ilustrasi - Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus (Pixabay/pexels)

PORTALOKA.ID - Neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan kinerja positif hingga Agustus 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus perdagangan secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai USD 7,25 miliar.

Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh surplus perdagangan pada Agustus 2026 yang mencapai USD 3,55 miliar.

BPS mencatat ekspor Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan dan menjaga neraca perdagangan tetap berada di zona surplus.

Baca Juga: Daftar Motor Listrik Bekas di Akhir September 2026, dari Gesits G1 sampai United T1800, Buruan Cek!

“Surplus sepanjang periode Januari-Agustus 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus USD 28,54 miliar, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD 21,29 miliar,” jelas Ateng di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kinerja Ekspor

Dari sisi ekspor, Indonesia membukukan nilai USD 193,64 miliar selama delapan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 4,74 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kenaikan ekspor terutama berasal dari sektor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas tercatat USD 185,63 miliar, tumbuh 5,48 persen secara tahunan.

Kinerja ini menunjukkan aktivitas ekspor Indonesia masih bergerak positif di tengah peningkatan kebutuhan impor dalam negeri.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kembali Rombak Kabinet Merah Putih ke-7 Kali: Kapolri Diganti, Bahlil Rangkap Jabatan

Jika dilihat berdasarkan sektor, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar ekspor Indonesia. Nilainya mencapai USD 159,55 miliar, atau meningkat 7,87 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025.

Pasar ekspor nonmigas Indonesia masih terkonsentrasi pada sejumlah negara utama. Tiongkok menjadi tujuan terbesar dengan nilai ekspor USD 47,44 miliar atau 25,55 persen dari total ekspor nonmigas.

Setelahnya terdapat Amerika Serikat dengan USD 22,41 miliar atau 12,07 persen, kemudian India sebesar USD 12,77 miliar atau 6,88 persen.

Halaman:

Tags

Terkini