Sabtu, 3 Oktober 2026

Ekspor Tetap Kuat hingga Agustus 2026, Neraca Perdagangan Indonesia Cetak Surplus USD 7,25 Miliar

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 2 Oktober 2026 | 05:41 WIB
Ilustrasi - Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus (Pixabay/pexels)
Ilustrasi - Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus (Pixabay/pexels)

Baca Juga: Pabrik Baterai EV Terbesar ke-2 RI Mulai Beroperasi, Harga Mobil Listrik Bakal Lebih Murah?

Kinerja Impor

Di sisi lain, sepanjang Januari-Agustus 2026, Indonesia mengimpor barang senilai USD 186,39 miliar, naik 19,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kenaikan impor terjadi baik pada kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas meningkat 16,83 persen menjadi USD 157,09 miliar, sedangkan impor migas melonjak 39,03 persen hingga mencapai USD 29,30 miliar.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kebutuhan bahan baku dan barang penolong masih mendominasi impor nasional. Nilainya mencapai USD 133,38 miliar atau tumbuh 20,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Impor barang modal juga mengalami peningkatan, dengan nilai USD 36,75 miliar atau naik 18,82 persen. Sementara itu, impor barang konsumsi tercatat USD 16,27 miliar, meningkat 15,48 persen.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih: Listyo Sigit Geser ke KSP Gantikan Dudung Abdurachman

Dari sisi negara asal, Tiongkok kembali menjadi pemasok utama barang nonmigas ke Indonesia. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 66,64 miliar, setara dengan 42,42 persen dari total impor nonmigas.

Jepang berada di posisi berikutnya dengan nilai impor USD 8,88 miliar atau 5,65 persen, disusul Australia sebesar USD 7,31 miliar atau 4,65 persen.

Sementara itu, surplus perdagangan nonmigas Indonesia masih banyak ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. Lemak dan minyak hewani atau nabati memberikan surplus terbesar, yakni USD 24,91 miliar.

Komoditas bahan bakar mineral menyusul dengan surplus USD 18,84 miliar. Berikutnya adalah besi dan baja sebesar USD 12,10 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 8,38 miliar, serta alas kaki yang mencatat surplus USD 4,33 miliar.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Arman Odie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X