Baca Juga: UPUBKB Ciamis Raih Terbaik II Nasional, Kado Harhubnas 2026
Meskipun anggaran mengetat, kebijakan dasar pembangunan Ciamis dipastikan tetap berjalan selaras dengan program prioritas Provinsi Jawa Barat maupun Nasional.
Fokus utama pemerintah akan tetap bertumpu pada upaya peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi warga dan penguatan roda ekonomi daerah.
"Sehingga setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat, memperkuat pelayanan publik, mendorong pembangunan daerah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tatar Galuh Ciamis," ujarnya.
Rapat Paripurna DPRD dilanjutkan dengan Pandangan Umum Fraksi. Sembilan fraksi di DPRD Kabupaten Ciamis menyetujui agar Raperda APBD 2027 dibahas ke tahap selanjutnya. Hal ini menandakan dukungan penuh dan perhatian dewan terhadap langkah-langkah strategis pemerintah daerah.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos Beras 30 kg di September 2026, Hati-hati Gagal Cair Akibat Keliru 5 Hal Ini
Herdiat, dalam penyampaian jawaban pandangan umum Fraksi-Fraksi, memaparkan bahwa fokus utama pembangunan tetap diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur yang merata, pengentasan kemiskinan, serta penurunan angka stunting.
Komitmen pro-rakyat ini dibuktikan dengan sejumlah capaian dan alokasi prioritas. Di sektor kesehatan, Universal Health Coverage (UHC) warga Ciamis saat ini telah berhasil menyentuh angka 92,42 persen, dan pemerintah terus berupaya meningkatkannya secara bertahap.
Keberpihakan pada masyarakat desa juga sangat nyata. Pemkab Ciamis secara konsisten telah mengalokasikan Dana Desa (ADD) sebesar 12,32 persen. Angka ini berada di atas batas minimal yang diwajibkan oleh aturan pusat, yang menjadi bukti konkret dukungan pemerintah terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Sementara untuk program perlindungan sosial seperti Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pemerintah menyiapkan skema bantuan stimulan yang tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Ciamis berharap stimulus ini mampu menghidupkan kembali mesin penggerak utama di masyarakat, yakni kepedulian sosial dan semangat gotong royong.***