berita

Fenomena 'Telur Ceplok' di Gunung Anak Krakatau Pasca Erupsi, Begini Penjelasan Kepala Pos Pantau

Sabtu, 19 September 2026 | 20:09 WIB
Penjelasan terkait 'telur ceplok' di kawah Gunung Anak Krakatau (Instagram @wxchasing)

Suwarno menjelaskan, fenomena semacam itu tidak selalu muncul di setiap gunung api.

Baca Juga: Rumah ASN di Cileunyi Bandung Digerebek Polisi, Ditemukan Puluhan Pohon Ganja

Pada Gunung Anak Krakatau, warna genangan tersebut dipengaruhi kandungan belerang serta material pada lapisan dinding kawah.

"Tidak semuanya, kalau belerang semuanya gunung api pasti ada," terang Suwarno.

"Di sana (GAK) ada genangan air, terkontaminasi oleh belerang jadi seperti itu warnanya, dan juga bisa terkontaminasi dengan lapisan dinding kawah itu," tambahnya.

Anak Krakatau Masih Bergejolak

Meski erupsi dilaporkan telah mereda, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya berhenti.

Baca Juga: Selebgram Jule Ditangkap Buntut Temuan Vape Etomidate, Sebelumnya Polisi Geruduk Pabrik di Kos Jaksel

Di samping itu, Suwarno memastikan kegempaan masih tercatat di kawasan gunung api tersebut.

"Kalau kegempaan masih terjadi, tercatat tadi malam tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5-6 mm, dominan 2 mm," ungkap Suwarno.

Atas hal tersebut, Suwarno menegaskan, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III (Siaga).

Suwarno mengingatkan, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

"Kami mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak menjadikan kondisi gunung yang terlihat tenang sebagai tanda bahwa seluruh aktivitas vulkanik telah berakhir," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini