Minggu, 20 September 2026

Fenomena 'Telur Ceplok' di Gunung Anak Krakatau Pasca Erupsi, Begini Penjelasan Kepala Pos Pantau

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 19 September 2026 | 20:09 WIB
Penjelasan terkait 'telur ceplok' di kawah Gunung Anak Krakatau (Instagram @wxchasing)
Penjelasan terkait 'telur ceplok' di kawah Gunung Anak Krakatau (Instagram @wxchasing)

PORTALOKA.ID - Ada pemandangan menarik pasca Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi besar pada September 2026.

Fenomena mirip 'telur ceplok' itu kini tampak kontras di area kawah Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai mereda setelah mengalami erupsi besar pada 3 September 2026.

Meski begitu, gunung api tersebut masih menunjukkan aktivitas kegempaan dan mengeluarkan asap putih.

Baca Juga: Pengguna BRI Kartu Kredit Segera Merapat, Nikmati Promo Diskon 25 Persen untuk Pembelian Jus Buah di Gerai Boost

Terlihat dalam unggahan video yang dibagikan akun Instagram @wxchasing, pada Sabtu, 19 September 2026, muncul fenomena yang menyerupai 'telur ceplok' di area kawah Gunung Anak Krakatau.

"Pemandangan dari atas kawah di Gunung Berapi Anak Krakatau di Indonesia setelah letusan besar awal bulan ini," tulis postingan tersebut.

Dalam video tersebut, Gunung Anak Krakatau tampak relatif tenang setelah erupsi yang sempat menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah.

Sebaran abu vulkanik itu dilaporkan meliputi wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, hingga Jawa Barat.

Baca Juga: Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal di Selat Sunda, Keberadaannya Masih Misterius

Penjelasan Kepala Pos Pantau

Terpisah, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan fenomena yang terlihat seperti telur ceplok tersebut merupakan kondisi yang wajar setelah aktivitas erupsi.

Menurut Suwarno, bagian yang tampak menyerupai telur ceplok sebenarnya merupakan genangan air di area kawah yang terkontaminasi gas belerang.

"Itu kawah GAK, jadi itu adalah air yang terkontaminasi dengan gas belerang," kata Suwarno dalam keterangannya, pada Sabtu, 19 September 2026.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X