BGN sebelumnya menyatakan, sekitar 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah ditutup atau dihentikan sementara.
Dalam hal ini, Sudaryono mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan dapur yang tidak memenuhi standar dapat dihentikan operasionalnya.
"Yang tidak sesuai sudah kita tutup, orang-orang kepala dapur, orang yang bekerja di dapur yang tidak kompeten sudah kita keluarkan, dan ini terus akan kita lakukan," bebernya.
Kepala BGN itu lalu menuturkan, dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan dikenai penghentian sementara atau suspend.
Sudaryono memastikan, jika tidak melakukan perbaikan dan memenuhi ketentuan, maka dapur berpotensi ditutup secara permanen.
Deret Kasus Keracunan di Daerah
Usut punya usut, pernyataan Sudaryono itu disampaikan di tengah sejumlah laporan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG di berbagai daerah.
Salah satunya terjadi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sebanyak 193 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai menyantap MBG.
Kemudian di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Batukliang dilaporkan mengalami keluhan seperti muntah-muntah dan pusing setelah mengonsumsi MBG.
Kasus lain juga dilaporkan di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 748 santri dan pelajar di 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, mengalami keluhan kesehatan usai pelaksanaan MBG di sekolahnya.***