Menurut data terkini Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, sebanyak 63 kejadian Karhutla berhasil ditangani dengan total luasan lahan mencapai 115,35 hektare (Ha).
"Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, dengan sebaran asap hingga beberapa provinsi di Kalimantan dan lintas batas menuju negara tetangga," tulis BPBPK Kalteng dalam keterangannya, pada Kamis, 17 September 2026.
Di samping itu, BMKG Kalteng menuturkan kondisi Karhutla dan sebaran asap masih perlu diwaspadai, dengan jarak pandang di sejumlah wilayah juga dilaporkan terbatas.
Salah satunya, kondisi kualitas udara di Palangka Raya dan Pangkalan Bun berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Baca Juga: Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal di Selat Sunda, Keberadaannya Masih Misterius
Ada pun, kondisi lahan yang kering hingga sangat kering turut meningkatkan potensi terjadinya Karhutla.
Pemantauan titik panas dan wilayah rawan juga masih terus dilakukan untuk mendukung langkah pencegahan serta mengantisipasi meluasnya kebakaran.***