"Keterbatasan ruang kelas membuat SDN Mboeng masih menggunakan empat ruang kelas darurat," kata Salim dalam keterangannya, pada Kamis, 10 September 2026.
"Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu tantangan bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa," tambahnya.
Baca Juga: Pengakuan Orang Tua di Pati, Anaknya Alami Mual-Muntah hingga Mimisan Usai Diduga Keracunan MBG
Di sisi lain, terdapat pula pertanyaan publik mengenai kesesuaian antara program digitalisasi pendidikan dan kondisi infrastruktur dasar sekolah.
Terkhusus, sekolah yang dinilai membutuhkan perangkat pembelajaran digital, tetapi ruang belajar yang layak dan dukungan infrastruktur dasar tetap menjadi kebutuhan utama.
Catatan Dapodik: Punya Sumber Listrik
Salim menjelaskan, berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik), SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik.
"Atas dasar data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran," terangnya.
Baca Juga: Anak Krakatau Bergeliat, Sirine Peringatan Tsunami Kini Disebar di Wilayah Pesisir Banten
Kemendikdasmen juga diklaim tidak hanya merevitalisasi SDN Mboeng, melainkan juga menyasar 1.487 satuan pendidikan di NTT.
Pada 2025, terdapat 580 satuan pendidikan yang menjadi sasaran revitalisasi.
Salim memastikan, jumlah satuan pendidikan yang mendapatkan program tersebut pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun," tandasnya.***