PORTALOKA.ID - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melaksanakan tanam padi varietas Rojolele-104 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan merupakan wujud Muhammadiyah mendorong pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Tahap awal, penanaman Rojolele-104 dilakukan di tiga Cabang Muhammadiyah.
Yakni, di Gempol dengan luas lahan 8.000 meter persegi, Ceper seluas 5.500 meter persegi, dan Prambanan seluas 3.000 meter persegi.
Ketua MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M Nurul Yamin, menjelaskan penanaman tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.
Menurut M Nurul Yamin, Rojolele merupakan varietas yang sudah lama dikenal dan jadi ikon beras dari Kota Bersinar.
Muhammadiyah pun ingin menghidupkan potensi tersebut dikemas dalam program Rojolele Reborn.
"Rojolele adalah sebuah varietas yang melegenda dan Klaten menjadi salah satu ikon produk beras Rojolele."
"Kami ingin membangun inovasi Rojolele atau Rojolele Reborn untuk dikembangkan sebagai sebuah varietas padi yang digemari oleh masyarakat," ucap M Nurul Yamin.
Program ini meningkatkan produksi padi dan merevitalisasi Rojolele sebagai padi khas Klaten yang memiliki nilai ekonomi tinggi hingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Pengembangan Rojolele Reborn diharapkan memperkuat kapasitas produksi serta kelembagaan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM).
Tahap awal program tersebut ditargetkan mencakup lahan seluas 5 hektare.