Saat ini, Tatang mempekerjakan tiga orang karyawan untuk memproduksi tempe.
Baca Juga: Hotel Singacala Ciamis, Langkah Baru Pemkab Mengubah Aset Jadi Sumber PAD
Untuk penjualan, ia memanfaatkan jaringan pedagang yang sudah lama terjalin. Di samping itu, Tatang juga menjual sendiri tempe produksinya dengan berkeliling kampung.
Tokoh Masyarakat Dorong Pemberdayaan UMKM Lokal
Sementara itu, tokoh masyarakat Baregbeg, Ade Iwan berharap SPPG dapat memberdayaakan UMKM setempat.
"Sebelum mengambil dari luar, sabaiknya SPPG membeli bahan baku dari UMKM lokal. Ini juga agar masyarakat merasakan manfaat langsung dari keberadaan dapur MBG," ujarnya.
Baca Juga: 707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Dinkes Masih Usut Penyebabnya
Menurut Ade, di Kecamatan Baregbeg juga masih banyak pengusaha UMKM yang bisa mencukupi kebutuhan bahan baku untuk program MBG.
"SPPG kan bisa bekerjasama juga dengan BUMDes. Misalnya beli air galon dari BUMDes, termasuk komoditas lain yang memang tersedia. Kecuali kalau di Baregbeg tidak ada nggak apa-apa beli dari luar daerah," tegasnya.***