PORTALOKA.ID - Aksi pencabulan yang dilakukan oknum guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama suaminya di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut) menyita perhatian banyak pihak.
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati turut menyoroti kasus pencabulan yang melibatkan oknum guru ASN.
Sari meminta, oknum tersebut dijatuhi sanki berat jika terbukti bersalah.
Pernyataan itu disampaikan setelah polisi menetapkan D (37), suami seorang guru ASN di Tanjungbalai, sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan sesama jenis terhadap anak.
Baca Juga: Oknum Guru ASN di Tanjungbalai Diduga Lecehkan Siswa SD, Berujung Digeruduk Warga
Sari mengatakan, kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial itu telah mengguncang rasa kemanusiaan.
Terlebih, korban merupakan anak yatim piatu yang semestinya mendapatkan perlindungan dan perhatian dari lingkungan sekitarnya, termasuk dunia pendidikan.
"Video kasus guru dan suami yang kemarin sempat viral memang sangat mengguncang nurani kita bersama, apalagi itu menimpa seorang anak yatim piatu yang seharusnya mendapat perhatian dan kasih sayang, terutama dari gurunya," kata Sari.
Minta Polisi Usut Kasus Secara Transparan
Lebih lanjut, legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu meminta masyarakat memberi ruang kepada pihak kepolisian mengusut kasus tersebut secara objektif.
Baca Juga: Korban Pencabulan Oknum Guru dan Suaminya Curhat ke Walu Kota Tanjungbalai: Masih Ingin Sekolah
Ia juga mendesak kepolisian agar memproses kasus pencabulan yang melibatkan oknum guru ASN secara transparan.
"Kita serahkan semuanya ke aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan, apakah guru yang sempat diarak oleh warga terlibat atau tidak," katanya.
Menurut Sari, apabila penyidik menemukan bukti keterlibatan guru ASN tersebut, Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jika memang terlibat, saya sebagai pimpinan selain mengecam tentunya BKN juga harus bersikap tegas dan memberikan sanksi berat, agar peristiwa ini bisa kita jadikan pelajaran bersama," tuturnya.