"Sebetulnya kami tidak tinggal diam. Kami sudah mengajukan permohonan bantuan ke Pemda Ciamis, Kementerian Agama, dan lainnya. Tapi sampai sekarang tidak ada satu pun yang cair," jelas Siti.
"Dulu dari Pemda akan memberikan bantuan, proposalnya juga sudah masuk, bahkan tinggal menunggu pencairan, tapi nggak jadi," sambungnya.
Kendati begitu, Siti mengaku akan terus berusaha mencari bantuan dari berbagai pihak untuk biaya renovasi bangunan sekolah.
Atap Bocor, Murid Diungsikan
Kondisi atap yang bocor sangat menghambat kegiatan belajar mengajar. Para murid pun terpaksa diungsikan saat turun hujan.
"Kalau hujan, murid-murid dipindahkan ke masjid. Khawatir terjadi sesuatu kalau tetap di ruang kelas," ujar Herdiana, salah seorang guru MI Karangtengah.
Selain itu, karena keterbatasan ruangan pihak sekolah pun menyulap gudang menjadi ruang kelas.
Para murid terpaksa berdesak-desakan belajar di dalam kelas yang sempit.
Dia pun berharap agar ada pihak yang bisa membantu memberikan dana agar gedung sekolah yang menaungi puluhan siswa tersebut bisa aman digunakan.
Baca Juga: Cegah Penyimpangan, Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Ikut Awasi Dapur MBG
Jumlah Murid Merosot
Kondisi gedung sekolah yang tidak layak sangat memengaruhi minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
Jumlah murid yang mendaftar ke MI Karangtengah terus mengalami penurunan.