berita

Update Kasus BGN, Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Ada 47 Nama yang Disebut Sony Sonjaya

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:18 WIB
Jampidsus Febrie Adriansyah memberi update tentang penanganan kasus BGN. (Kejaksaan RI - Instagram/pandemictalks)

PORTALOKA.ID - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah turut buka suara mengenai penanganan dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Febrie mengungkapkan bahwa kasus yang menyeret sejumlah mantan pimpinan BGN saat ini masih terus ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Hal tersebut diungkap oleh Febrie saat menjawab pertanyaan dari wartawan dalam konferensi pers, menanggapi penggeledahan yang dilakukan Polisi dan diduga berkaitan dengannya.

Kasus BGN jadi Prioritas untuk Diselesaikan

Isu yang beredar di masyarakat menyebut bahwa penggeledahan berkaitan dengan penanganan kasus BGN oleh Kejagung.

Baca Juga: Nasib Proyek Motor MBG Rp1,03 Triliun: Dibayar Lunas BGN era Dadan Hindayana, Berujung Cicilan bagi Pegawai SPPG?

Febrie lantas membeberkan kasus BGN saat ini sedang dalam pemberkasan dan menjadi salah satu kasus yang diprioritaskan.

“Yang di BGN ini sedang berjalan proses pemberkasan, masih fokus di sana untuk cepat menyelesaikan. Perintah ke saya itu, untuk menjadi prioritas,” ucap Febrie kepada awak media di Gedung Kejaksaan pada Jumat, 10 Juli 2026.

Jumlah Nama Bertambah jadi 47 Orang

Lebih lanjut, Febrie juga mengungkapkan bahwa salah satu tersangka, yakni Sony Sonjaya kini telah menyebut 47 nama yang diduga terlibat dalam korupsi tata kelola MBG.

“Nama-nama yang disebut oleh Pak Sony 41 orang, bahkan juga di kita berkembang 43, ya, 47 nama yang terlibat,” ungkap Febrie.

“Tapi tentunya itu kan tidak serta-merta bisa juga terkait dengan perbuatan melawan hukum dan bisa jadi proses pidana. Nah, ini kita lihat perkembangannya nanti,” imbuhnya.

Baca Juga: Penemuan Emas 74 Kg di Brankas Rumah Sentul, Ahli Kunci Sebut Pengamanan Canggih dan Berlapis Baja

Febrie juga menyinggung tentang komunikasi yang dijalin dengan BGN agar pelaksanaan program lebih baik.

Halaman:

Tags

Terkini