Nanik dicecar pertanyaan mengenai motor listrik di lapangan yang sudah dibeli oleh BGN sebelum Dadan Hindayana cs menjadi tersangka.
“Bu soal motor listrik aja di lapangan gimana, Bu? Kan Bu Arum membahas soal anggaran,” ucap salah satu wartawan kepada Nanik.
“Ibu juga enggak mau menanggapi soal yang demo ramai-ramai, Bu? Lanjut wartawan lagi sebelum Nanik masuk ke mobil Toyota Alphard warna putih.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, membeberkan pagu anggaran yang dimiliki oleh BGN untuk pelaksanaan MBG di tahun 2027.
Nanik juga sempat mengumumkan bahwa Arumsari kini menjadi juru bicara dari BGN.
“Jadi, tadi dari DPR menyarankan harus ada jubir. Jubir pimpinan kami tunjuk di depan DPR adalah ibu Arumsari, jadi ibu Arumsari yang menjelaskan pertemuan dengan Komisi IX,” kata Nanik.
Baca Juga: Kantor BGN ‘Disegel’ Masyarakat, Massa Desak Evaluasi Pelaksanaan MBG
Polemik Motor Listrik BGN
BGN di bawah Dadan Hindayana melakukan pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan nilai anggaran Rp1,03 triliun.
Motor listrik tersebut dibeli dengan dalih untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG.
Dalam pembelian tersebut, diduga ada markup harga pengadaan saat motor listrik tersebut pun selesai dirakit.
Sementara vendor pengadaan motor listrik juga dinilai belum memenuhi syarat, sehingga membuat pimpinan perusahaan tersebut ikut ditetapkan sebagai tersangka bersama Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung oleh Kejaksaan Agung.***