“Bahkan mereka juga yang neriakin peserta buka jalan buat ambulance dan neriakin medisnya pas gak sigap kasih oksigen,” sambungnya.
Utas lain juga menyebut bahwa sosok dokter yang diketahui bernama Dhiya Ihsan tersebut mengurus dua pasien sekaligus.
“Special and most respect shout out ke dokter @dhiyaihsanr sudah support sesama peserta, beliau handle 2 peserta yang collapse di tempat yang bersebrangan dan sangat kebetulan saya ada di kedua peserta tersebut,” tulis akun @hasbifz.
Akun BTN Jakim 2026 Dibanjiri Desakan Evaluasi Medis
Sementara itu, menilik akun Instagram milik BTN Jakim 2026 telah banyak komentar dari warganet yang meminta untuk mengevaluasi keberadaan medis dan marshal saat event berlangsung.
Beberapa komentar seperti, “Evaluasi tim medis dan marshall, walaupun ini sudah takdir, cuma untuk marshall dan medis tidak seperti itu penanganan di event internasional,” tulis akun @rf.*******_
“Tim medis memang nggak banyak atau gimana? Banyak yang kram di KM 30-33 jalur full marathon daerah Kemang kayaknya sama sekali nggak ada medis. Di Blok M juga ada yang dibawa pakai tandu pas ditanya ‘Siapa tim medisnya?’ marshall pada jawab ‘Enggak tahu,’” tulis akun @riza******_
“Improvement ke depan untuk panitia semoga di kilometer kritis, baik half marathon (HM) atau full marathon (FM) ada tim medis yang standby lebih banyak,” tulis akun @ang******d.***