Namun dalam pelaksanaannya, jumlah tersebut meningkat menjadi 27.877 titik atau bertambah 6.877 titik.
Tambahan ribuan titik tersebut dinilai berpotensi membebani anggaran negara secara signifikan.
Zulhas mencontohkan, dengan asumsi biaya operasional mencapai Rp6 juta per titik setiap hari, maka diperkirakan menyebabkan tambahan pengeluaran Rp1 triliun per bulan atau sekitar Rp12 triliun per tahun.
"Kalau ada 6.877 penambahan, satu bulan ada pengeluaran lebih Rp1 triliun. Pemborosan. Berarti kalau satu tahun sekitar Rp12 triliun," tandasnya.***