PORTALOKA.ID - Senin siang itu, suasana di ajang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Ciamis 2026 terasa berbeda.
Tepuk tangan mengalir panjang saat nama Zuhrotul Laila Nabila Ahmad diumumkan sebagai juara pertama.
Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar kompetisi tahunan. Namun bagi Lala, sapaan akrabnya,ini adalah titik awal dari perjalanan yang lebih besar: membawa literasi lebih dekat ke kehidupan masyarakat.
Di balik senyum tenangnya, Lala bukan sekadar finalis yang piawai berbicara di atas panggung. Ia adalah mahasiswi Perbankan dan Keuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi yang memilih jalur literasi sebagai medium pengabdian.
Baca Juga: MI Bojongsari Ciamis Sukses Pertahankan Tradisi Juara LKBB
Dalam babak final 20 besar, ia mengangkat tema yang terasa sangat relevan sekaligus mendesak: literasi keuangan di era digital.
“Ini bukan sekadar gelar,” ucapnya usai menerima piala. “Ini amanat.” Kalimat itu terdengar sederhana, tapi bobotnya terasa.
Lala memahami betul bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, masyarakat tidak hanya membutuhkan akses informasi, tetapi juga kemampuan memilah dan memahami.
Baginya, literasi keuangan bukan hanya tentang memahami angka atau produk bank. Ini soal bertahan di tengah maraknya jebakan ekonomi digital.
Pinjaman online yang menjanjikan kemudahan, investasi dengan iming-iming keuntungan instan, hingga penipuan yang semakin canggih, semua itu menjadi ancaman nyata.
Lala tidak berbicara dalam teori. Ia melihat langsung bagaimana masyarakat bisa terjerat karena kurangnya pemahaman.
“Banyak yang tergiur karena tawaran manis,” katanya. “Padahal di balik itu, ada risiko besar yang sering tidak disadari.” Dari pencurian saldo hingga investasi bodong, ia menyebut berbagai modus yang kini semakin sering terjadi.
Di sinilah ia mengambil peran. Sebagai Duta Baca, Lala ingin menjadikan literasi sebagai tameng. Ia percaya, membaca bukan hanya aktivitas akademik, tetapi keterampilan hidup.