berita

Viral Kepala Sekolah di Salatiga Protes Menu MBG, Mengaku Temukan Ulat hingga Sekrup di Makanan yang Dibagikan SPPG

Selasa, 3 Maret 2026 | 07:08 WIB
Kepala sekolah di Salatiga memprotes menu MBG saat Ramadan (TikTok/kabarin.aja)

Seperti roti, Jumarti menyebut bahwa harga sebenarnya bisa dibeli Rp750, tetapi oleh pihak SPPG disebutkan seharga Rp3.500.

“Anda bilang ini (roti) berapa? Saya ini pedagang, ini di sana Rp750 karena saya biasa ambil di pabriknya, ini sama. Kalau dijual Rp3.500, berapa keuntungannya?” lanjutnya.

Lebih lanjut, kemarahannya memuncak karena selain orang tua siswa, ia juga menerima komplain dari para guru tentang menu MBG.

Baca Juga: Viral Telur Rebus MBG di Magetan Masih Ada Kotoran Ayam, Pertanyakan Ketelitian Pihak SPPG: Segitu Besarnya Masa Nggak Kelihatan?

Ingatkan MBG Berasal dari Pajak Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Jumarti ikut mengingatkan bahwa MBG merupakan program yang pendanaannya diambil dari APBN.

“MBG jangan dianggap gratis, Rp15.000 itu dari pajak rakyat, dari guru. Gajinya pada dipotong, tau nggak? Gaji kami yang dulu dipotong 15 persen sekarang 16 persen, yang kemarin 5 persen, sekarang 6 persen karena untuk MBG,” terangnya.

“Kayak gitu kok dikasih begini. Gimana? Mau saya laporkan ke satgas karena saya punya bukti dan video,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak SPPG harus memperbaiki kinerjanya ke depan.

“Bagaimana? Mau beri yang terbaik atau saya pindah? Kalau beri yang terbaik, akan dinilai terus. Jangan main-main, saya udah 3 kali 4 kali komplain,” tegasnya.

Baca Juga: Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer dan Tunjangan Guru non-ASN, Seskab Teddy: Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Guru

Video Lama untuk Bukti dan Dokumentasi Internal

Adapun video viral tersebut rupanya diambil pada 24 Februari 2026 dan disebut sebagai bukti internal.

Jumarti mengaku bahwa saat itu memang sengaja di video agar memiliki bukti dan dokumen internal. Ia mengaku bingung ketika video tersebut kini viral di media sosial.

Menurut penuturannya, setelah kejadian tersebut pihak SPPG sudah memperbaiki kualitas, baik pelayanan maupun menu yang dibagikan.

“Tujuan saya itu adalah agar SPPG itu berbenah. Tidak saya yang memberikan masukan terus. Ini sudah terjadi ya harus dihadapi,” tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini