berita

Terjebak di Dubai, Selebgram Tresnany Moonlight Sebut 137 Roket dari Iran Terdeteksi pada Langit UEA

Senin, 2 Maret 2026 | 08:24 WIB
penuturan selebgram, Tresnany Moonlight di Dubai, UEA yang kini menjadi sasaran rudal dalam konflik Israel vs Iran. (Instagram.com/@tresnanyyy)

PORTALOKA.ID - Selebgram, Tresnany Moonlight menceritakan kondisinya di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), wilayah yang tengah menjadi sasaran rudal Iran, pada Senin, 2 Maret 2026.

Sebelumnya diketahui, serangan Iran itu menyasar fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Dubai.

Hal tersebut merupakan tindakan balasan dari Iran usai sebelumnya AS dan Israel sempat melancarkan serangan gabungan ke Teheran.

Serangan gabungan AS-Israel itu diklaim telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Baca Juga: Kedubes Iran Apresiasi Niat Baik Prabowo untuk Fasilitasi Mediasi dengan AS

Terkini, ratusan rudal yang meluncur di langit UEA itu bahkan sempat dilaporkan mengenai 2 bangunan ikonik, yakni bandara internasional Dubai dan hotel mewah Burj Al Arab.

Perihal itu, Tresnany yang kini tengah bermukim di Dubai, menjelaskan pada Sabtu, 28 Februari 2026, ada banyak rudal Iran menyerang Dubai, UEA.

Terlihat dalam unggahan Instagram Story @tresnanyyy, pada Senin, 2 Maret 2026, Tresnany menyebut serangan itu berhasil ditepis sehingga hanya puing rudal yang jatuh, dan puing-puing itu mendarat di area Palm Jumeirah, Dubai.

"Pecahan rudal tadi jatuh ke hotel area Palm Jumeirah. Ini aja cuma pecahannya, gimana kalau masih utuh," ungkap Tresnany.

Baca Juga: Buntut Perang Israel vs Iran, Bandara Internasional Dubai Tunda Seluruh Jadwal Penerbangan Termasuk ke Indonesia

Ceritakan Suasana Mencekam di Dubai

Dalam unggahan lainnya, Tresnany mengaku mendengar suara ledakan di sejumlah kawasan Dubai.

Wanita yang dikenal sebagai konten kreator asal Jakarta itu mengatakan, warga setempat dan turis sempat panik saat puing-puing rudal bertebaran di UEA.

Terkait insiden itu, Tresnany mengaku mendapat pesan SMS untuk berhati-hati dari otoritas pemerintah UEA.

Halaman:

Tags

Terkini