CIAMIS, PORTALOKA.ID - Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Ciamis menggelar Tarhib Ramadhan, Sabtu, 14 Februari 2026 di Aula STIKes Muhammadiyah Ciamis.
Tarhib kali ini terasa berbeda karena menghadirkan penceramah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr H Din Syamsuddin.
Tarhib Ramadhan ini dihadiri Sekda Kabupaten Ciamis, Dr Andang Firman Triyadi, Asda III Wawan Ruhiat mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, perwakilan pengurus NU dan semua pengurus Persyarikatan Muhammadiyah se-Kabupaten Ciamis.
Dalam ceramah tausyiah Din Syamsuddin mengatakan, kunjungan terakhir dirinya di Kabupaten Ciamis tahun 2013. Ini seperti reuni bertemu dengan sahabat lama.
Baca Juga: Kapan Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1447 Hijriah? Ini Penjelasan Kemenag
"Saya sengaja datang memenuhi undangan PD Muhammadiyah Ciamis untuk menyaksikan perkembangan dan kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di Priangan Timur dan khusus Ciamis," ujar Din Syamsuddin membuka ceramahnya.
Menurut Din, Muhammadiyah di Priangan Timur ini telah melahirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah tingkat nasional. Salah satunya Ustadz Adi Hidayat dan Menteri Kehutanan yang kini sedang manggung.
"Saya berharap PD Muhammadiyah Ciamis juga bisa melahirkan kader-kader terbaik. Untuk itu saya mendorong STIKes Muhammadiyah untuk segera menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis. Nanti saya ingin ke sini lagi waktu peresmian Universitas Muhammadiyah Ciamis," ujarnya.
Berbicara penetapan awal Ramadhan, Din Syamsuddin mengatakan, tahun ini Muhammadiyah memulai Ramadhan berbeda dengan yang lain, karena ada perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan Ramadhan.
Baca Juga: CATAT! Ini Jadwal Belajar Selama Ramadhan 1447 H hingga Idul Fitri
"Muhammadiyah menggunakan hijriah global baik secara hisab atau rukyat. Karena itu pasti berbeda dengan perhitungan kalender nasional. Muhammadiyah akan memulai tarawih malam Rabu, 18 Februari 2026. Sedangkan kalender nasional akan memulai tarawih malam Kamis 19 Februari 2026," lanjut nya.
Din mengatakan, saat hadits Nabi tentang tanda-tanda puasa diucapkan pada tahun 2 Hijriah. Sementara Abu Hurairah masuk Islam pada tahun ke-7 Hijriah.
"Berpuasalah saat melihat hilal jika mendung bulatkan menjadi 30 hari. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhori. Ini yang digunakan untuk melakukan perhitungan menentukan awal Ramadhan," pungkas Din Syamsuddin.
Usai ceramah Tarhib Ramadhan, dilanjutkan dengan launching wakaf tunai produktif.