"Ini masih kami godok dan akan melibatkan komunitas-komunitas budaya di Klaten. Syukur-syukur bisa terlaksana pada tahun 2026,” ujarnya.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan pentingnya sosok R. Ng. Ranggawarsita dalam sejarah dan perkembangan sastra Jawa.
“Ranggawarsita dikenal sebagai pujangga besar, bahkan sering disebut sebagai pujangga panutup Jawa."
"Bukan berarti pujangga terakhir, tetapi pujangga yang telah mencapai puncak dalam tradisi kepujanggaan Jawa."
"Ia juga dikenal sebagai sosok yang waskita dan mampu membaca tanda-tanda zaman,” jelas Fadli.
Ia menambahkan bahwa Ranggawarsita meninggalkan banyak karya sastra yang hingga kini menjadi rujukan dan sumber inspirasi dalam kesusastraan Jawa.
“Sebagai pujangga, kita memuliakan beliau melalui karya-karyanya."
"Namun sebelum itu, kawasan makamnya perlu dipugar agar layak sebagai kawasan edukasi dan religi,” imbuhnya.
Melalui pemugaran ini, diharapkan Kompleks Makam R. Ng. Ranggawarsita dapat menjadi ruang pembelajaran sejarah, sastra, dan budaya Jawa sekaligus destinasi religi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. ***