PORTALOKA.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG mulai dijalankan serentak pada 8 Januari 2025 dan sudah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia pada akhir 2025.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan strategis yang dilandasi kepedulian negara terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia.
Prabowo mengungkapkan bahwa berbagai kajian menunjukkan persentase anak Indonesia mengalami kekurangan gizi mencapai lebih dari 20 hingga 30 persen.
“Itu yang jelas dikatakan malnutrisi, stunting, badannya sangat lemah, pertumbuhannya tidak normal. Kemudian ternyata puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak juga makan mereka hanya nasi dengan daun-daun,” kata Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, 6 Januari 2026.
Meski terus mendapat sorotan dan kritikan, program tersebut terus berjalan dan memperluas jangkauan penerima manfaat.
Anggaran yang digelontorkan pun tidak sedikit. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp50 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan, dana bantuan pemerintah yang terserap untuk MBG tahun 2025 senilai Rp55,2 triliun, melebihi target yang seharusnya Rp52,2 triliun.
Baca Juga: VIRAL! Tangis Guru Honorer Pecah, Bandingkan Gajinya dengan Sopir MBG: Miris Hati Saya
"Dana bantuan pemerintah yang terserap untuk makan bergizi Rp55,2 triliun melebihi target yang harusnya Rp52,2 triliun karena Badan Gizi mendapatkan anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan dan total porsi yang kita olah selama satu tahun kurang lebih 3,7 miliar porsi," kata Dadan Hindayana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) BGN dengan dengan Komisi IX DPR RI,di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Anggaran MBG 2026 Meroket
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BGN juga membeberkan rincian anggaran Badan Gizi Nasional tahun 2026.
Dadan mengungkapkan, pagu anggaran tahun 2026 mencapai Rp268 triliun. Dari total tersebut, sebanyak 95,4 persen dialokasikan khusus untuk pemenuhan gizi nasional.