Pakar kebijakan publik itu menambahkan, langkah Teddy yang menjelaskan secara detail penanganan bencana Sumatera setidaknya menjawab keresahan publik.
Baca Juga: Seorang Pria Meninggal Dunia Kesetrum Saat Turunkan Tenda Hajatan di Rongkop Gunungkidul Yogyakarta
Hal tersebut, karena penanganan bencana ini dinilai telah menimbulkan beragam persepsi publik.
“Ya menjawab keeresahan publik, paling tidak menjawab dinamika yang terjadi di persepsi publik, karena bencana ini jadi menimbulkan persepsi publik,” tutup Trubus.
Sebelumnya diketahui, Seskab Teddy menjelaskan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah di Sumatera.
Pernyataan itu sekaligus menepis berbagai persepsi yang menarasikan seolah-olah pemerintah tidak kerja, padahal sejak hari pertama bencana terjadi pada 26 November 2025, pemerintah pusat dan pemerintah bergerak melakukan penanganan berskala nasional.
“Kita butuh kerja sama, kekompakan, energi positif. Kalau niat bantu, ayo sama-sama hibur warga, timbulkan optimisme, bikin senyum," ujar Teddy beberapa waktu lalu.
"Kita saling bantu, saling jaga, dan saling dukung,” tandasnya.***