berita

Fenomena Baju Donasi Banyak Menumpuk di Pinggir Jalanan Aceh, Warga Ungkap Alasannya

Jumat, 19 Desember 2025 | 18:20 WIB
Penampakan baju donasi yang menumpuk di pinggir jalan di Aceh (Instagram @berkahberbagi.id)

Baca Juga: Penumpang Hari Kedua Nataru 2025/2026 Tembus Total 41.895 Pelanggan, Masih Tersedia 144.081 Tempat Duduk dari Daop 6 Yogyakarta

Curahan hati serupa juga terlihat dalam unggahan di akun Instagram @pempek_funny saat menampilkan pesan DM mengenai donasi baju di Aceh Tamiang.

“Baju yang berserakan mungkin nggak terlalu cocok untuk pengungsi Ci, beberapa kali aku lihat baju yang didonasikan seperti baju mau kondangan dan baju dengan jenis yang nggak nyerap keringat,” tulis pesan yang diunggah pada Jumat, 19 Desember 2025.

Menurut pengirim pesan tersebut, cuaca di Aceh Tamiang juga cukup panas, sehingga membutuhkan pakaian yang mampu menyerap keringat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Di kondisi yang saat ini, lebih cocok baju kaos dan celana biasa aja karena Tamiang pascabanjir kalau panas, panasnya kebangetan sampai buat sunburn,” tulisnya lagi.

Baca Juga: 3.211 Honorer Kabupaten Kediri Sudah Resmi jadi PPPK Paruh Waktu, Intip Perkiraan Gajinya

“Kami tetap berterima kasih untuk bantuan baju-bajunya, hanya Tuhan yang balas kebaikan warga Indonesia,” pungkasnya.

Sejumlah Baju Donasi Justru Tak Layak Pakai

Mengutip dari unggahan akun Instagram @berkahbareng.id, pakaian yang didonasikan sebagian tak layak untuk dikenakan.

“Baju donasi bukan berarti baju bekas sembarangan yang robek, kusam, bau, bernoda, atau rusak. Itu bukan donasi, itu beban bagi penerima,” tulis keterangan dalam video, dikutip pada Jumat, 19 Desember 2025.

Warganet juga mengingatkan bahwa berdonasi baju tidak digunakan untuk aji mumpung mengosongkan almari pakaian.***

Halaman:

Tags

Terkini