Selasa, 2 Juni 2026

Fenomena Baju Donasi Banyak Menumpuk di Pinggir Jalanan Aceh, Warga Ungkap Alasannya

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 19 Desember 2025 | 18:20 WIB
Penampakan baju donasi yang menumpuk di pinggir jalan di Aceh (Instagram @berkahberbagi.id)
Penampakan baju donasi yang menumpuk di pinggir jalan di Aceh (Instagram @berkahberbagi.id)

PORTALOKA.ID - Banyak beredar di media sosial tentang bantuan pakaian yang banyak menumpuk di pinggir jalanan di Aceh.

Dalam kondisi pascabencana, pakaian juga menjadi hal yang dibutuhkan oleh warga terdampak selain logistik.

Namun, polemik bantuan donasi pakaian ini mulai muncul ketika baju yang diberikan justru kurang tepat.

Pasalnya, ada beberapa baju yang didonasikan tak sesuai dengan kondisi lapangan, misalnya seperti baju pesta hingga kebaya berbahan brokat.

Baca Juga: Peduli Korban Bencana Sumatera, BRI Salurkan Bantuan hingga Dirikan Posko Darurat, Jangkau 70 Ribu Masyarakat Terdampak

Salah satu video yang ramai di media sosial mengenai masalah baju untuk pengungsi di Aceh diunggah oleh influencer yang kerap dipanggil Miss Yuni dengan akun Instagram @yuni_tkwhongkong.

Baju Bukan untuk Kegiatan Sehari-hari

Saat berbincang dengan salah satu pengungsi, terungkap bahwa banyak baju yang dikirim bukan untuk kegiatan sehari-hari, terlebih di kondisi pascabencana.

“Ngasih bajunya itu bukan kayak untuk hari-hari, kami kan butuh kaos, celana, ini ngasih baju konsep seksi, siapa yang mau pakai?” ujar salah satu pengungsi dalam video, dikutip pada Jumat, 19 Desember 2025.

Baca Juga: Viral Kepala BGN Main Golf di Tengah Derita Warga Sumatera Atasi Bencana, Kini Diklaim Bukan untuk Senang-senang?

“Bukannya nggak bersyukur, bukannya menolak, cuma yang kami butuhkan ini celana pendek atau baju kaos,” imbuhnya.

Pengungsi tersebut juga menyayangkan jika baju-baju yang diberikan tidak akan terpakai oleh para pengungsi.

“Kami cuma pakai yang bisa kami pakai aja, kalau kayak begini, gimana mau pakainya?” lanjutnya.

Warga Ungkap Cuaca Panas dan Baju yang Tak Serap Keringat

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X