berita

Pemilihan Ketua BEM Universitas Islam Darussalam Ciamis Berjalan Demokratis, Dua Kandidat Pasangan Bersaing Ketat

Selasa, 9 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ketua Panitia Pelaksana pemilihan Ketua BEM UID Ciamis, Aji Sondari (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Pesta demokrasi di Kampus Biru Universitas Islam Darussalam Ciamis berlangsung seru dan demokratis. Perebutan kursi ketua BEM sangat ketat.

Dua kandidat pasangan calon ketua dan wakil ketua tersebut adalah pasangan nomor urut 1, Rani Nur Hidayah (Prodi PGMI) dan Fahmi Ramdani (Prodi Eksyar).

Kemudian pasangan calon nomor urut 2, Ai Sabila Mirojiah (Prodi PAI) dan Restu Gan Tiara Ajeldra Putra (Prodi PGMI).

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Aji Sondari, pemilihan Ketua BEM diformat dengan sistem demokrasi seperti pemilu.

Baca Juga: 130 Tahun Melayani, BRI Hadirkan Layanan hinggaPelosok Negeri Melalui 7.405 Kantor dan 1,2 Juta AgenBRILink

Panitia menyiapkan hajat demokrasi ini sejak awal dari pendaftaran calon ketua dan wakil ketua BEM, kemudian masa kampanye hingga hari ini memasuki masa pencoblosan.

"Ada 2000 mahasiswa yang pun hak pilih. Mereka selama dua hari ini menyalurkan hak politiknya di bilik suara. Setiap hari perolehan suara kami hitung agar tidak ada kecurangan suara," ujar Aji, Selasa, 9 Desember 2025.

Foto bersama panitia pemilihan Ketua BEM UID Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

Menurut Aji, pesta demokrasi ala mahasiswa ini sejatinya adalah edukasi politik. Ini untuk bekal kelak saat mahasiswa terjun di masyarakat sudah terbiasa dengan pemilu dan pilkada.

"Kami berharap para kandidat terpilih kelak bisa mewarnai nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan kampus. Dan yang paling kami tekankan adalah jangan lupakan ruh pesantren dalam kepemimpinan di BEM," ujarnya.

Baca Juga: 6 Perguruan Tinggi di Ciamis Lengkap dengan Fakultasnya, Rekomendasi untuk Kuliah, Salah Satunya Universitas Terbaik versi EduRank

Dikatakan Aji, kepemimpinan model pesantren akan menjadi karakter BEM di UID Ciamis.

Ini ada pondasi yang harus diperkuat dalam karakter kepemimpinan mahasiswa UID.

"Semua proses ini ujungnya adalah bagaimana mahasiswa bisa meningkatkan kualitas SDM-nya selama berorganisasi di kampus biru. Mahasiswa setelah lulus akan berinteraksi dengan masyarakat makanya dibutuhkan banyak ketrampilan sosial," pungkasnya.***

Tags

Terkini