"Korban ditemukan sekitar 40 meter di sebelah barat rumah, tersangkut di rumpun bambu yang batangnya terendam air,” jelas Iptu Teguh.
Korban segera dievakuasi dalam kondisi lemas.
Korban langsung dilarikan ke IGD RSUD Kajen untuk mendapatkan pertolongan.
Setibanya di IGD RSUD Kajen, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, polisi menduga korban terpeleset di tepian sungai yang licin karena malam sebelumnya sempat terjadi hujan lebat.
“Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan perkiraan kematian sekitar 30 menit sebelum diperiksa."
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban."
“Penyebab kematian diduga kuat karena gagal napas, atau tenggelam,” tegas Iptu Teguh Subiyantoro.
Iptu Teguh Subiyantoro menambahkan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut (otopsi).
“Kami telah melakukan identifikasi dan olah TKP."
"Pihak keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas dan menolak otopsi."
"Jenazah korban sudah diserahkan kembali ke pihak keluarga dan telah dikebumikan pada pukul 14.00 wib di TPU Desa Pekiringan Alit hari ini juga,” tutupnya. ***