berita

Rais Aam Miftachul Akhyar Umumkan PBNU Bentuk Tim Pencari Fakta Usai Copot Gus Yahya dari Jabatan Ketum

Minggu, 30 November 2025 | 16:34 WIB
Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar tegaskan pencopotan Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU. (Dok. PBNU)

Baca Juga: Begini Respons Gus Yahya soal Pemecatan Dirinya sebagai Ketua Umum PBNU

PBNU Bakal Segera Gelar Muktamar

Miftachul menyatakan bahwa PBNU juga akan segera menggelar muktamar untuk menjaga keberlangsungan organisasi.

Namun, untuk waktunya kapan muktamar kapan digelar, ia tak memberikan detailnya secara rinci.

“Untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal, maka akan dilaksanakan rapat pleno atau muktamar dalam waktu segera,” jelasnya.

Gus Yahya sendiri terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke-34 yang digelar di Lampung pada Desember 2021.

Menurut keputusan tersebut, Gus Yahya seharusnya menjabat sebagai Ketum dalam periode 2021 hingga 2026.

Baca Juga: Pekerja Meninggal Dunia Usai Kesetrum Listrik Hingga Tenggelam di Penampungan Air Warga Pandak Bantul Yogyakarta

Kontroversi Gus Yahya Selama Menjadi Ketua Umum PBNU

Gus Yahya sempat membuat heboh ketika acara Akademi Kepemimpinan Nasional NU menghadirkan akademisi zionis, Peter Berkowitz.

Kehadiran Peter sebagai pro-zionis saat itu dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip yang dimiliki NU.

Gus Yahya sendiri sempat menyatakan dirinya tak mengetahui latar belakang Peter Berkowitz adalah seorang pro-zionis.

Baca Juga: Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda PAI Kelas 12 Kurikulum Merdeka BAB 5 Halaman 159-161

Polemik tersebut juga membuatnya didesak untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) oleh komunitas kolektif mahasiswa UI yang peduli dengan Palestina.

Kemudian, salah satu kontroversi lainnya ketika Gus Yahya membahas izin menjalankan konsesi tambang untuk PBNU dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Agustus 2024.***

Halaman:

Tags

Terkini