TASIK, PORTALOKA.ID - Kegiatan apel gelar pasukan dan peralatan siaga dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya menjelang musim penghujan.
Apel dipimpin oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubbi, dan diikuti oleh unsur Polres Tasikmalaya, TNI, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Damkar, TAGANA, BAZNAS Tanggap Bencana, serta berbagai komunitas relawan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat dan lembaga terkait.
Kabupaten Tasikmalaya disebut sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Jawa Barat karena kondisi geografis yang berbukit serta curah hujan yang tinggi.
Data sepanjang tahun 2025 mencatat sekitar 400 kejadian bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang, menjadikan Tasikmalaya berada di peringkat tiga wilayah rawan bencana di Jawa Barat.
Upaya antisipasi dilakukan melalui pendirian posko siaga di daerah rawan, dilengkapi dengan peralatan evakuasi, alat pemotong kayu, tenda darurat, kendaraan operasional, dan perlengkapan medis dasar.
Personel gabungan disiagakan selama 24 jam untuk memantau kondisi cuaca, menerima laporan masyarakat, dan melakukan penanganan cepat bila terjadi bencana.
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya turut berperan dalam dukungan kemanusiaan melalui pengelolaan dana zakat dan infak yang siap disalurkan untuk bantuan darurat dan pemulihan pascabencana.
Masyarakat diimbau agar tetap waspada, memantau informasi resmi dari pemerintah, serta segera melapor jika terdapat tanda-tanda potensi bencana di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap sinergi lintas instansi ini dapat meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan efektivitas penanganan bencana demi keselamatan dan ketenteraman warga.***