Sabtu, 18 Juli 2026

Kisah Sukses UMKM Tekstil Ramah Lingkungan Asal Bekasi, Berawal dari Tugas Sekolah Anak Terus Berkembang Berkat Pendampingan BRI

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 7 November 2025 | 11:21 WIB
Qaniacraft Ecoprint tekstil ramah lingkungan yang terus berkembang bersama BRI (Ist)
Qaniacraft Ecoprint tekstil ramah lingkungan yang terus berkembang bersama BRI (Ist)

PORTALOKA.ID - Selalu ada kisah menarik di balik cerita sukses. Seperti yang dialami Aminah Tri Astuti, pengusaha UMKM tekstil ramah lingkungan asal Bekasi.

Aminah Tri Astuti merupakan pemilik usaha Qaniacraft Ecoprint, salah satu usaha tekstil ramah lingkungan yang berlokasi di Kranggan Permai, Bekasi.

Mengusung konsep sustainable fashion, Aminah mengolah kain dengan motif alami dari dedaunan dan pewarna nabati.

Menariknya, ide usaha ini berawal dari hal sederhana. Aminah mengenal ecoprint secara tidak sengaja ketika membantu anaknya membuat tugas sekolah.

Baca Juga: Melalui Penanaman Mangrove dan Pengelolaan Limbah Plastik, BRI Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Lingkungan

“Anak saya waktu itu dapat tugas membuat shibori. Saat mencari referensi di internet, saya justru menemukan teknik ecoprint. Dari situ saya coba sendiri di rumah, meski percobaan pertama gagal karena saya salah pakai alat,” ujarnya.

Kegagalan tersebut justru membuatnya semakin tertarik. Saat pandemi berlangsung, ia memanfaatkan waktu di rumah untuk mempelajari teknik ecoprint lebih dalam melalui workshop daring dan komunitas sesama pengrajin.

Kini, Qaniacraft memproduksi berbagai jenis busana seperti pashmina, outer, vest, hingga busana modern. Produk berbahan kain alami ini dikerjakan secara manual dengan teknik yang memerlukan waktu dan ketelatenan tinggi.

Dalam proses produksinya, Qaniacraft Ecoprint menggunakan teknik pewarnaan alami yang seluruhnya dilakukan secara manual. Aminah menjelaskan bahwa ecoprint memiliki beberapa metode, seperti pounding (dipukul) dan steam (dikukus).

Baca Juga: Intip Keseruan Mediapreneur Talks Tasikmalaya Bersama CEO Promedia, Bangun Jiwa Optimis bagi Insan Jurnalis

Teknik yang digunakan Qaniacraft membutuhkan waktu cukup lama, bisa mencapai dua hingga tiga minggu. Prosesnya dimulai dari kain putih yang dibersihkan terlebih dahulu melalui tahap scouring untuk menghilangkan sisa minyak pabrik. Setelah itu kain masuk ke tahap mordan, yaitu proses menyiapkan kain agar dapat menyerap warna alami dengan baik.

“Selama pandemi saya banyak belajar dari komunitas. Setelah situasi membaik, kami mulai belajar tatap muka dan ikut berbagai pelatihan, termasuk soal bisnis dan desain motif. Karena pandemi, saya banyak waktu di rumah untuk eksplorasi,” jelasnya.

Aminah Tri Astuti pemilik Qaniacraft Ecoprint, UMKM tekstil ramah lingkungan (Ist)

Berbekal pengalaman di bidang butik yang telah dimilikinya sebelumnya, Aminah mulai mengembangkan Qaniacraft menjadi usaha yang lebih terarah.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X