Kegiatan sholat ghaib dan doa bersama ini diikuti sekitar 330 siswa.
Kegiatan ini jadi bentuk kepedulian atas terjadinya peristiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Selain itu, melalui kegiatan ini juga untuk menanamkan rasa kepedulian kepada siswa sejak kecil.
"Melaksanakan sholat ghaib sebagai bentuk kepedulian dan ukuwah islamiyah yang sering kita tanamkan kepada anak-anak supaya dari kecil mempunyai rasa kepedulian."
"Kalau di gedung dua ada 230 anak dan kampus satu 100 anak."
"Serentak dua kampus melaksanakan kegiatan sholat ghaib dilanjutkan doa bersama."
"Mendoakan jenazah para santri agar wafatnya husnul khatimah dan dihitung sebagai mati syahid," ucap Kepala Sekolah SD IT AL Furqoon, Agung Widodo.
Para siswa dan guru berharap kedepan peristiwa runtuhnya bangunan tidak terjadi lagi di lembaga pendidikan manapun. ***