"Saya tiarap kurang lebih 2 menit, terus tawon pergi, saya pulang."
"Yang dirasakan nyeri, sesak, pusing," ucap Riswoko.
Sementara itu, dokter RS PKU Muhammadiyah Delanggu, dr Nadia Nur Halimah mengatakan korban tiba di rumah sakit dalam kondisi sadar.
Namun, korban mengeluh nyeri di seluruh tubuhnya.
"Pasien datang dalam kondisi sadar namun mengeluh ada bengkak dan nyeri di tangan juga punggung."
"Setelah diperiksa tensinya tinggi dan nadi tinggi, kemungkinan karena dari reaksi sengatannya."
"Kemudian ditangani di IGD diberikan obat-obatan anti nyeri, pertolongan pertama sesak oksigen dan obat sesak."
"Saat ini karena masih observasi dari sengatannya, jadi masih rawat inap, kemudian dapat obat injeksi juga sambil kita pantau untuk reaksinya," kata dr Nadia Nur Halimah.
Pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan relawan setempat untuk membasmi sarang tawon Vespa Affinis setelah mendapatkan laporan kejadian.
Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para petani saat beraktivitas.
Kapolsek Delanggu, AKP Jaka Waloya menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
Diperkirakan ada puluhan sengatan karena tangan dan punggung masih bengkak.