"Saksi 1 (Septiana) kemudian mendengar suara seperti 'glebuk' dari dalam mobil tersebut, namun awalnya tidak menaruh curiga," ungkap dia.
Selang beberapa jam, saksi merasa curiga karena korban tak ada pergerakan.
Saksi langsung membuka mobil tersebut dan mengecek denyut nadi korban.
Kata Hidayanto, saat itu sudah tidak ada tanda kehidupan.
Lalu saksi memberitahu informasi ini pada pemilik bengkel, Budiyono.
Kasus langsung dilaporkan pada PMI dan Polsek Sewon.
"Saat diperiksa, denyut nadi korban sudah tidak terasa. Saksi kemudian memanggil pemilik garasi (Budiyono) untuk memastikan kondisi korban," lanjutnya.
Tim gabungan dari Polsek Sewon dan Inafis Polres Bantul langsung mendatangi TKP.
Berdasarkan keterangan para saksi, korban dikenal sebagai perokok berat yang bisa menghabiskan 2-3 bungkus rokok dalam sehari.
Di samping itu korban juga disebut sering minum kopi dan makan dalam porsi sedikit.
Keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah.
Jasad korban akhirnya langsung dievakuasi ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.