berita

PGMM Bertemu Komisi VIII DPR RI, Sampaikan Keluh Kesah Guru Madrasah, Salah Satunya Soal PPPK

Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:44 WIB
PGMM bertemu Ketua Komisi VIII DPR RI bahas keluhan guru madrasah (Ist)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - Persatuan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) menggelar pertemuan dengan Komisi VIII DPR RI.

PGMM yang diwakili Ketua PGMM, Tedi Malik, Sekretaris PGMM, Siti Munadliroh,  dan dua orang perwakilan organisasi tersebut diterima langsung oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, di Ruang Tunggu Komisi VIII, Selasa, 19 Agustus 2025.

Dalam pertemuan itu, organisasi guru yang dulu bernama Asosiasi Guru Madrasah Indonesia (AGMI) menyampaikan beberapa aspirasi.

"Alhamdulillah kami disambut dengan hangat. Dalam diskusi ini kami sampaikan beberapa point aspirasi dari organisasi kami," kata Tedi Malik dalam keterangannya yang diterima Portaloka.id, Kamis, 21 Agustus 2025.

Baca Juga: Alur Seleksi Administrasi PPG Bagi Guru Tertentu 2025, Lengkap dari Laman Resmi PPG Kemendikdasmen

Tedi menyebut, point aspirasi yang mereka sampaikan di antaranya soal peluang PPPK bagi guru madrasah yang dinilai tidak merata.

Tedi juga menyoroti tunjangan inpassing yang tidak ada peningkatan sebagaimana golongan dan masa jabatan.

"Kami juga menyampaikan keluhan soal penyetaraan masa kerja yang tidak sama dengan dinas pendidikan, PIP yang tidak merata dan semakin menurun," tutur Tedi.

Di hadapan Ketua Komisi VIII, Tedi juga menyinggung soal tunjangan profesi guru (TPG) yang belum ada penambahan seperti yang dijanjikan pemerintah.

Baca Juga: Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih 3 Penghargaan Prestisius Dari Euromoney Awards for Excellence 2025

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh PGMM.

Marwan menyebut, semua aspirasi yang disampaikan organisasi guru tersebut sudah menjadi pembahasan di Komisi VIII DPR RI.

Saat ini, lanjut Marwan, pihaknya sedang melakukan upaya perbaikan walaupun hingga kini belum ada realisasinya.

"Kalau Bapak Menteri Agama saat itu menangis dalam sambutannya terkait madrasah, sebetulnya saya lebih menangis karena Pak Menteri Agama tidak berdaya dalam hal ini untuk memprioritaskan madrasah," tutur Marwan.

Halaman:

Tags

Terkini