CIAMIS, PORTALOKA.ID - Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menggelar Pasanggiri Reog 2025 di Desa Wisata Gunungsari, Selasa-Rabu, 13-14 Agustus 2025.
Pasanggiri Reog diikuti oleh 7 grup reog se-Kabupaten Ciamis.
Ini merupakan momen bersejarah, sebab yang pertama kali digelar sejak puluhan tahun mati suri.
Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata, Ahmad Yani mewakili Kepala Dinas Pariwisata, Heryan Rusyandi.
Baca Juga: Kabar Gembira! BRI Kembali Buka Rekrutmen BFLP 2025, Level Up Karier Kamu Sesuai Passion
Hadir dalam kesempatan tersebut, kepala desa, Camat Sadananya dan Kabid Destinasi, Dian Kusdiana Udeng.
Kepala Dinas Pariwisata, Heryan Rusyandi mengatakan, event Pasanggiri Reog ini bertema “Ngaronjatkeun Ajen Nasionalisme Ngaliwatan Seni jeung Tradisi di Tatar Galuh".
"Melalui Pasanggiri Reog ini, kami bukan hanya membangkitkan tapi juga akan melakukan regenerasi agar seni Reog ini juga digemari generasi milenial. Sudah waktunya Reog asli Galuh ini menjadi ikon wisata budaya yang membumi," ujar Heryan.
Terpilih sebagai juara pertama grup Tarum asal Kecamatan Sukadana, juara kedua diraih grup Pertabuna Cisaga dan juara ketiga diraih grup Manyar Saguling Baregbeg.
Baca Juga: 3 Spot Healing Anti Rungsing di Pusat Kota Ciamis, Semuanya GRATIS! Bisa Sambil Kulineran juga Lho
Acara ditutup dengan pembagian uang pembinaan dan foto bersama bersama jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.
Sejarawan Galuh, Syarif Hidayat mengatakan, Reog sudah ada sejak abad 12 Masehi.
Reog awalnya untuk keperluan ritual agama buhun. Kemudian pada saat Islam berkembang di Galuh, kesenian tradisional ini menjadi media penyebaran Islam.
"Setiap lagu dan suara alat dogdog punya makna dan pesan yang mendalam. Pesan dakwahnya disampaikan oleh sang dalang dalam dialog interaktif bersama pemain lainnya," ujar Syarif.***