Abu vulkanik erupsi Lewotobi Laki-laki juga menjadi isu dalam jalur penerbangan. Sebaran abu vulkanik berpotensi terjadinya gangguan penerbangan di beberapa rute penerbangan dari dan menuju wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Bali.
Otoritas Bandara Frans Seda di Kabupaten Maumere melakukan penutupan sementara aktivitas penerbangan sampai dengan 3 Agustus 2025 pukul 06.00 WITA karena wilayah bandara terdampak abu vulkanik erupsi gunung Lewotobi Laki-laki.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 19 Ribu Meter
Selanjutnya, operasi modifikasi cuaca akan dilakukan guna menekan penyebaran abu vulkanik yang mengganggu aktivitas masyarakat dan jalur penerbangan. Pelaksanaannya akan bekerja sama dengan BMKG.
BNPB mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan Sektoral Barat Daya - Timur laut 7 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Sebagai informasi, kondisi kegemapaan tektonik di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki terpantau stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman tsunami karena tidak ada reruntuhan material gunung api yang jatuh ke laut dan tidak ada aktivitas vulkanik di dasar laut.***