berita

Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur Masih Tinggi, Abu Vulkanik Menyebar ke Sejumlah Daerah, BNPB Imbau Pemda dan Warga Siaga

Sabtu, 2 Agustus 2025 | 20:46 WIB
Visual Gunungapi Lewotobi laki-laki pada Sabtu 2 Agustus 2025, pukul 07:28 WITA, dari depan pos PGA Lewotobi laki-laki. (PVMBG, Badan Geologi, KESDM)

Kejadian ini hampir sama dengan fase erupsi pada tanggal 7 Juli 2025, namun durasinya jauh lebih panjang mencapai 14 menit 5 detik.

Baca Juga: Tragis, Niat Ambil Layangan Bocah 13 Tahun di Kota Waingapu Sumba Timur Meninggal Dunia Tersengat Listrik

Kepala PVMBG Hadi Wijaya menjelaskan, Gunung Lewotobi Laki-laki masih berpotensi erupsi kembali.

Gunung ini sudah menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dalam menuju permukaan.

Hadi pun meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan karena berdasarkan hasil pengamatan pada erupsi terakhir, kejadian erupsi terjadi lebih cepat dari tanda-tanda kegempaan.

Kejadian erupsi biasanya diperkirakan akan terjadi selang 4 jam pasca tanda-tanda kegempaan, namun pada erupsi Jumat malam, erupsi terjadi dua jam pasca pemberitahuan tanda-tanda kegempaan.

Baca Juga: LinkUMKM, Platform Digital BRI Yang Telah Dimanfaatkan 12,9 Juta UMKM Untuk Naik Kelas

Adapun risiko bahaya yang ditimbulkan dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki meliputi sebaran abu vulkanik, lontaran material letusan hingga jarak 3-4 kilometer dari kawah, dan banjir lahar dingin seperti yang terjadi pada 29 Juli 2025 lalu.

Bahaya Sebaran Abu Vulkanik

Tingginya kolom abu pada erupsi Jumat malam lalu yang mencapai 18.000 meter dari kawah membawa risiko yang cukup signifikan.

Kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini tengah memasuki hari tanpa hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau potensi pertumbuhan awan di wilayah selatan mulai berkurang dan rawan terjadinya kekeringan.

Sementara itu, berdasarkan data Citra Himawari pada tanggal 2 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB, terdapat sebaran debu vulkanik hingga ketinggian 45.000 feet mengarah ke Barat Daya hingga Tenggara.

Baca Juga: Sepekan Hilang, Seorang Lansia di Sikka NTT Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Jurang

Wilayah sebaran meliputi Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Pulau Lembata, Kupang, Sumba, Perairan Selatan Flores, Laut Flores, Perairan Selatan Alor, Selat Ombai, dan laut Sawu.

BNPB mengimbau warga yang tinggal di sekitar wilayah terdampak erupsi untuk menggunakan masker jika hendak berpergian ke luar rumah untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Halaman:

Tags

Terkini