"Satu personel pegang kepala, satu melepaskan lilitan dari kayu atap dan satu orang menjaga pergerakan ularnya."
"Harus bersabar karena melilit atap. Proses evakuasi 10 menit, kesulitan tidak ada," ucap Sri Barata Eka Wardana.
Ular Piton itu kemudian di bawa ke Kantor Damkar untuk dilakukan karantina.
"Ular selanjutnya kita bawa ke mako dan dilakukan karantina sebelum nanti dilepaskan di alam," ujarnya.
Sementara itu, keberadaan Ular Pitor itu sempat bikin geger warga.
Ketua RW 4 Dusun Tundungan, Margono (50) mengatakan ular itu pertama kali diketahui oleh ibu-ibu yang sedang jalan-jalan sekitar pukul 05.00 WIB.
Warga yang melihat merasa kaget lalu berteriak.
"Ularnya naik ke atap setinggi 4 meter. Panjangnya sekitar 2,5-3 meter, jenisnya piton," ucap Margono kepada Portaloka.id, Selasa pagi, 29 Juli 2025.
Margono pun gerak cepat menghubungi petugas Damkar Klaten.
"Ibu-ibu teriak minta tolong kaget juga lihat ular di atap."
"Terus saya telpon Damkar Klaten yang langsung ke sini dievakuasi," imbuhnya.