Selanjutnya paket akan dijemput oleh seseorang ada di area penjemputan.
"Dari keterangan AP, didapatkan informasi bahwa ada seseorang yang memerintahkan pelaku untuk membawa paket tersebut keluar dan menyerahkannya kepada seseorang di area penjemputan," ujarnya.
2. Penangkapan
Melihat ada hal mencurigakan, Bea Cukai langsung berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda DIY, Angkasa Pura, dan Avsec Bandara YIA untuk melakukan controlled delivery kepada penerima di area penjemputan.
Benar saja di area yang dicurigai tersebut, Bea Cukai bersama Polda DIY berhasil mengamankan MNF (WNA) asal Malaysia.
"Operasi ini berhasil mengamankan MNF, seorang Warga Negara Malaysia (WNA), yang bertindak sebagai penjemput dan 'checker', di area lobi luar terminal kedatangan," ujarnya.
3. Tersangka Tidak Saling Kenal
Sementara itu, Dirresnarkoba Polda DIY Kombes Roedy Yoelianto menambahkan kedua pelaku ternyata terbang dari Malaysia ke YIA dalam pesawat yang sama.
Namun keduanya tidak saling kenal.
Reody mengatakan, pelaku utama berinisial P yang mengkoordinasi kurir dan checkernya.
Baca Juga: Kecelakaan Adu Banteng Scoopy Vs Mio di Banguntapan Bantul Yogyakarta, 1 Orang Meninggal Dunia
"Keduanya terbang dari Malaysia ke YIA dalam 1 pesawat namun mereka tidak saling kenal dan pergerakan mereka sesuai perintah dari inisial P," kata dia.
Roedy melanjutkan, kedua tersangka ternyata sudah tahu bahwa ditugaskan untuk mengirimkan sabu.
"Jadi dua-duanya tahu. Dari sejak, terutama secara AP, itu ketika masih berada di Lampung, itu sudah dihubungi untuk berangkat ke Kuala Lumpur itu memang akan diberikan tugas untuk ini. Jadi dia tahu bahwa koper ini isi sabu tahu," katanya.
4. Ancaman Hukum