JAKARTA, PORTALOKA.ID - Menteri Agama RI Prof Dr Nasaruddin Umar mengungkapkan kegelisahannya melihat maraknya fenomena algoritma yang dijadikan parameter kebenaran.
Para pencari kebenaran yang berpikir logis dan bersuara lantang ditinggalkan.
"Yang viral itu yang dianggap benar, meskipun yang disampaikan dalam konten kosong. Asal ada followers dan komentar netizen yang memvalidasi konten itu sudah dianggap kebenaran," ujar Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin saat menyampaikan puisi kegelisahan dalam sambutan pada acara Silaturrahmi Nasional Alumni MAPK se-Indonesia, di FISIP UIN Jakarta, Rabu, 25 Juni 2025.
Menurut Nasaruddin, nilai-nilai kebenaran kini mengalami disrupsi dan tak lagi dibicarakan secara mendalam. Dulu sebuah kebenaran dikaji dan didiskusikan di ruang sunyi.
Baca Juga: KPK Gali Keterangan Ustaz Khalid Basalamah untuk Dalami Dugaan Korupsi Kuota Haji Kemenag
"Di zaman algoritma, diskusi tentang kebenaran itu dianggap terlalu lama. Kebenaran kini cukup diposting kemudian dikomentari netizen. Validasi follower dan notifikasi sudah cukup untuk menyalahkan dan membenarkan sesuatu," tambah Nasaruddin.
Pada saat yang sama Ahmad Mukhlis (Mama Rohel) yang tampil sebagai pembicara pada acara Silatnas Alumni MAPK se-Indonesia mengatakan, di tengah dahsyat algoritma media sosial, Islam harus ikut mewarnai dunia konten.
Algoritma akan berubah ketika semua orang muslim tiap hari memposting kebenaran agama yang bisa diterima netizen.
"Sebagai penggiat media sosial, kami sedang berjuang mewarnai absurditas dunia konten dengan pesan Islam. Kita harus kuasai algoritma anti Islam dengan konten positif yang bersumber dari ajaran Islam," ujar Mama Rohel.
Baca Juga: Link Download Kalender Pendidikan Madrasah 2025/2026 Kemenag, Berlaku untuk RA, MI, MTs dan MA
Dalam kesempatan tersebut, Mama Rohel juga memperkenalkan Keraton Kanoman Cirebon sebagai penerus syiar Islam Syaikh Syarif Hidayatullah.
Berbicara di hadapan ratusan alumni MAPK se-Indonesia, Mama Rohel menyampaikan pesan bahwa Keraton Cirebon hingga kini masih menjaga pakem Syiar Islam.
"Nilai-nilai Islam yang ditradisikan di Keraton Cirebon masih terjaga dan tidak terganggu oleh algoritma media sosial. Ratusan tahun syiar Islam di Keraton Kanoman terpelihara hingga generasi milenial," ujar Mama Rohel.***