berita

BEJAT! Oknum Guru PJOK di Lumajang Diciduk Polisi Gegara Pamer Alat Vital ke Murid SD Lewat Video Call

Rabu, 16 April 2025 | 15:48 WIB
Ilustrasi - Guru PJOK di Lumajang ditangkap polisi karena pamer alat vital pada muridnya (Freepik/freepik)

LUMAJANG, PORTALOKA.ID - Seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di salah satu SD Negeri di Lumajang, Jawa Timur, berinisial J, diamankan pihak kepolisian karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswi di sekolah tempatnya mengajar.

Kasus ini mencuat setelah orang tua korban mendapati anaknya tengah melakukan video call dengan pelaku.

Dalam rekaman tersebut, pelaku disebut-sebut memperlihatkan alat vitalnya.

"Pelaku telah ditangkap di sekolahannya oleh Polsek Tempursari, kemudian diserahkan kepada unit Pidter Satreskrim Polres Lumajang," ujar Kasubsi Pidum Sihumas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu saat dikonfirmasi, Selasa 15 April 2025.

Baca Juga: Guru Silat di Purwantoro Wonogiri Cabuli Belasan Murid Sejak 2023, Polisi Ungkap Modusnya

Penangkapan J dilakukan pada Senin, 14 April 2025 di sekolah tempatnya mengajar.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kejadian ini sempat terjadi beberapa waktu sebelum akhirnya kasus dilaporkan dan diusut.

“Kasus ini bermula ketika orang tua korban mengetahui adanya video call oknum guru honorer pada anaknya. Dari situ isi video ada dengan menunjukan kemaluannya, mengetahui kejadian itu orang tua datang ke kepala sekolah,” tambah Untoro.

Polisi juga mengungkap adanya bujuk rayu berupa uang dari pelaku kepada korban untuk melancarkan aksinya.

Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Dokter Kandungan yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Garut Ditangkap Polisi, Korban Lebih dari Satu Orang

Tidak hanya itu, tersangka juga memberikan ancaman kepada korban.

“Korban dijanjikan akan diberi uang oleh tersangka,” kata Untoro.

Berdasarkan bukti percakapan di WhatsApp, pelaku juga sempat mengancam korban dengan tidak memberikan nilai mata pelajaran PJOK apabila perbuatannya diceritakan kepada orang lain.

Pesan ancaman tersebut dibalas dengan kata “iya” oleh korban.

Halaman:

Tags

Terkini