Sementara itu, Kepala Desa Karangturi, Sukarmin mengatakan saat acara wayangan ia duduk berdekatan dengan SP.
Sukarmin menyebut kalau korban SP dalam kondisi sehat saat acara wayangan digelar.
"Sehat kondisinya, bahkan habis makan," ucap Sukarmin.
Sukarmin menjelaskan setelah mengkonsumsi makanan yang dihidangkan, SP mengeluh pusing.
Meski sempat di rawat di rumah sakit, namun nyawa SP tidak terselamatkan.
"Dapat 2 porsi yang pertama itu nasi kardus dimakan di sini."
"Kemudian pulang bawa lagi dan sampai rumah ditawarkan ke istri namun tidak mau."
"Terus paginya makan, sehabis makan merasakan pusing dan periksa ke polindes dan dirujuk ke rumah sakit."
Baca Juga: Pemkab Klaten Tetapkan KLB Kasus Ratusan Warga Alami Keracunan di Karangturi Gantiwarno
"Meninggal di Rumah Sakit Tegalyoso jam 9 malam, dirawat siang sampai malam."
"Sudah dimakamkan jam 1, jarak makam 50 meter dari rumah," ucap Sukarmin kepada Portaloka.id, Selasa siang, 15 April 2025. ***