"Menjadi rutinitas di desa mereka membuat hidangan yang disajikan saat hajatan secara rewang dengan menu disajikan dibantu bersama tetangga."
"Agar penyajiannya lebih mudah, makanan disajikan dalam kardus,” ujar Iptu Taufik Frida Mustofa.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, dari 200 warga yang datang diacara wayang kulit, ada 64 warga yang mengalami gejala mutah, lemas dan diare.
Para korban dilakukan observasi di Puskesmas dan rumah sakit.
"Dari 200 yang diundang ada 64 yang mengalami gejala muntah, lemas, diare sampai panas."
"Dilakukan observasi mudah-mudahan tidak meluas."
"Harapannya tidak dehidrasi, tapi tadi ada anak-anak yang menunjukkan dehidrasi ringan," kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Klaten, Hanung Sasmito Wibowo. ***