CIAMIS, PORTALOKA.ID - Bangunan Pusat Kuliner Ciamis berdiri megah. Puluhan miliar diinvestasikan untuk menata ruang publik Alun-Alun Ciamis. Ini akan menambah khazanah wisata kuliner di Kabupaten Ciamis.
Setelah hari Senin, 14 April 2025, Pusat Kuliner Ciamis benar-benar menjadi ikonik Kabupaten Ciamis.
Namun wajah-wajah para pedagang kaki lima masih termangu. Antara optimis dan pesimis karena tidak semua fasilitas akan membuat nyaman bagi pembeli.
"Semoga ini akan meningkatkan omzet penjualan kami. Dengan fasilitas yang bagus ini kami berharap nilai transaksi akan meningkat, " ujar Amih Tati, seorang pedagang timbel.
Baca Juga: Situs Patilasan Eyang Raden Natanagara Panawangan Ciamis Dirusak Massa dan Dihina Eyang Pedut
Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, mengatakan, Pusat Kuliner Ciamis adalah solusi penataan para pedagang kaki lima di Alun-Alun Ciamis. Ada 140 pedagang yang akan ditempatkan di Pusat Kuliner Ciamis.
"Negara hadir memberikan pelayanan terbaik agar ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan para pedagang. Titip agar semua fasilitas dirawat dan dijaga bersama agar terus memberikan manfaat yang positif, " ujar Okta
Menurut catatan sejarah, beberapa puluh lalu Taman Raflesia adalah pasar, pusat perbelanjaan dan perdagangan.
Pada zaman Bupati Taufik, pasar ini direlokasi. Kemudian dibangun Taman Raflesia yang jadi ikon Kabupaten Ciamis.
Kini pada zaman Bupati Herdiat Sunarya, aura perdagangan dihidupkan kembali di Alun-Alun Ciamis. Kemasan brandingnya Pusat Kuliner Ciamis.
Siapa sangka aura transaksi akan kembali menyala di Pusat Kuliner Ciamis.
"Kami berharap kesejahteraan para pedagang akan meningkat setelah semua ditata di Pusat Kuliner Ciamis," ujar H. Awan Setiawan.
Menurut H. Awan, sebagai wakil rakyat, pihaknya mendukung program pemindahan pedagang Alun-Alun Ciamis ke Pusat Kuliner Ciamis. Jangan sampai ada gejolak! ***