berita

Penyebab BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami saat Lebaran 2025 di Yogyakarta dan Imbauannya

Minggu, 16 Maret 2025 | 18:15 WIB
Ilustrasi - BMKG keluarkan peringatan potensi tsunami di sekitar Bandara NYIA Kulon Progo pada Lebaran 2025 (Unsplash/Jeffrey Thümann)

Baca Juga: 4 Fakta Kecelakaan Rombongan Remaja Kendarai Motor Tossa di Kulon Progo Yogyakarta, Ternyata Hendak Ambil Alat Drum Band untuk Takbir Keliling

Data Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa jumlah pemudik diperkirakan mencapai 146,48 juta orang atau setara dengan 52 persen dari total populasi Indonesia.

Pulau Jawa diperkirakan masih menjadi wilayah dengan pergerakan pemudik terbesar, dengan puncak arus mudik pada 28 Maret 2025 dan puncak arus balik pada 6 April 2025.

"Jadi mohon Kementerian PU, Polri, buka tutup jangan sampai macet, nanti mobil justru akan terjebak saat evakuasi bila terjadi tsunami," kata Dwikorita.

BMKG juga memastikan bahwa pihaknya siap mendistribusikan informasi terkait peringatan dini tsunami, deteksi gempa bumi, dan cuaca ekstrem dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada.

Baca Juga: Kendarai Motor Tossa, Rombongan Remaja Alami Kecelakaan Tunggal di Kulon Progo Yogyakarta, 1 Orang Meninggal Dunia

Masyarakat Diminta Tenang dan Siap Siaga

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menegaskan bahwa tsunami di wilayah Kulon Progo adalah potensi, bukan prediksi.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak panik, melainkan lebih memahami langkah-langkah mitigasi.

"Kita tidak perlu panik. Kita tidak perlu takut. Tapi kita paham mitigasi terhadap tsunami," ujarnya.

Baca Juga: Daftar Kereta Api Favorit Angkutan Lebaran 2025, 223.622 Tiket Terjual, KAI Daop 6 Yogyakarta Siap Melayani Pemudik dengan Optimal

Ia menjelaskan bahwa zona selatan DIY memang berada di jalur subduksi yang berpotensi menimbulkan gempa besar.

Namun, tidak ada teknologi yang bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi.

"Golden time kita kurang lebih hanya 10 menit setelah gempa terjadi. Jadi, kita harus siap, bukan takut," tegasnya.

Dengan adanya peringatan ini, BMKG berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana tanpa perlu diliputi rasa panik yang berlebihan.***

Halaman:

Tags

Terkini