berita

Ketua Komisi B DPRD Ciamis H Awan Setiawan: Pertanian Ramah lingkungan, Antara Ada dan Tiada

Jumat, 28 Februari 2025 | 21:07 WIB
Ketua Komisi B DPRD kabupaten Ciamis, H. Awan Setiawan soroti pertanian ramah lingkungan di Forum Konsultasi Publik Dinas Pertanian (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Program Pertanian Ramah Lingkungan selalu gagal berulang karena tidak diikuti dengan upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Kambing hitam dari pertanian yang tak ramah lingkungan dipicu oleh penggunaan pupuk kimia secara masif.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, H. Awan Setiawan dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Kamis, 27 Februari 2025.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Manis Ciamis Hanguskan 6 Kios, Ini Dugaan Penyebabnya

Menurut Awan, pertanian ramah lingkungan digemborkan tapi bibit dan varietas tanaman selalu hibrida. Maka selamanya petani tidak lepas dari jaringan pupuk kimia.

"Ada beberapa jenis benih tanaman yang hanya bisa berkembang biak manakala dipupuk dengan kimia. Ketergantungan dengan pupuk kimia ini yang akan menyebabkan petani dalam posisi tidak ideal," ujar Awan.

Menyoal kesiapan komoditas pertanian dalam program makan bergizi gratis, Awan mengatakan, pihaknya mengajak kepada stakeholder pertanian menggenjot produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan MBG.

Baca Juga: Hayu Liburan ke Ciamis! Ini Calendar of Event 2025 yang Baru Diluncurkan Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis

"Program MBG merupakan kesempatan untuk petani lokal memasok kebutuhan MBG. Dengan demikian kelak tidak perlu mendatangkan dari pihak luar Ciamis jika semua petani diberdayakan. Ini hendaknya menjadi bahan pemikiran bersama ke depan," ujar Awan yang juga kader Partai Gerindra.***

Tags

Terkini